Akibat Bencana Alam, Kabupaten Bengkulu Utara Mengalami Kerugian Besar
Lensabengkulu.com - Setelah sepekan terakhir terjadi berbagai bencana alam dibeberapa daerah Provinsi Bengkulu akibat cuaca ekstrim dampak dari Lanina yang diperkirakan akan berakhir di pertengahan bulan Maret 2022.
Tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu ada 8 Kabupaten yang cukup terdampak bencana seperti Banjir, Tanah Longsor, dan Pohon Tumbang. Namun untuk saat ini untuk kondisi bencana banjir sudah mulai membaik, tapi BPBD belum menutup posko karena ada 1 wilayah yang statusnya masih tanggap darurat.
"Untuk saat ini Air sudah menyusut dan kering, tapi kami belum menutup posko, dikarenakan wilayah Kabupaten Bengkulu Utara posisinya lagi naik status untuk 7 hari kedepan. Disana memasuki status tanggap darurat mulai dari tanggal 7 Februari 2022, dengan ketinggian air berkisar 30cm sampai 1m," jelas Khristian Hermansyah, selaku Kepala Bidang Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu, Kamis (10/2/2022).
Walaupun belum ada korban jiwa akibat dari bencana tersebut, upaya dari BPBD tetap pada sistem tanggap darurat dan sistem komando. Karena mulai dari penanganan bencana, BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten Kota.
"Jika nanti setiap ada peringatan dini dari BMKG kami sudah ada wa group khusus kedaruratn dan logistik untuk menyampaikan mulai dari tingkat siaga sampai ke waspada. Kami juga membentuk sebuah Tim Relawan di lapangan. Karena relawan juga sangat berperan, kita mempunyai relawan 1.500 orang diseluruh Kabupaten Kota. Jadi sebelum terjadi bencana mereka sudah bisa melihat dan memprediksikan sejauh mana muka air untuk setiap 1 jam kedepan, apakah berpotensi terjadinya bencana atau tidak," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, terkait untuk bantuan sudah diberikan kepada daerah-daerah yang terdampak bencana, bantuan tersebut berupa makanan siap saji. Sedangkan untuk kerugian terakhir yang di infokan kurang lebih Rp.970.000.000, tapi ini bisa lebih karena setiap kabupaten punya tafsiran tersendiri ataupun tafsiran itu dihitung oleh tim khusus dengan kaji cepat.
Dari total jumlah kerugian tersebut untuk saat ini BPBD, melihat kerugian terbesar dari Kabupaten Bengkulu Utara. Kurang lebih Rp.670.000.000, karena kenaikan status bencana dan banyaknya daerah yang terdampak disana.
"Akan tetapi dari kerugian bencana yanh terjadi saat ini, lebih banyak kerugian dari bencana sebelumnya. Karena Kota Bengkulu belum sampai 50% yanh terdampak, cuman yang sudah 50% hanya di Kabupaten Bengkulu Utara. Sedangkan kalau dilihat dari situ untuk saat ini paling banyak masih bengkulu utara," katanya.
Walaupun beberapa hari ini dengan intensitas sedikit hujan kembali dan ada angin kencang. Untuk saat ini belum ada lagi informasi becana, tapi posko BPBD tetap jalan, dan tetap memantau, kalau nanti ada kejadian akan diarahkan terlebih dahulu, dari Kabupaten Kota jika nanti Kabupaten Kota sudah tidak tercover atau sudah meminta pendampingan baru BPBD Provinsi akan langsung mendampinginya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk siaga selalu, sebagai salah satu cara untuk mengurangi dari angka korban dan kerugian adalah, bagaimana cara menyikapainya dari kejadian pertama. Siapkanlah berkas-berkas yang penting, seperti surat-surat penting atau surat berharga, dan jika ada obat-obat tertentu dimasukan didalam sebuah tas atau satu tempat yang aman.
"Karena apabila dikemudian hari ada kejadian yang darurat, hal seperti itu mudah untuk diselamatkan terlebih dahulu. Jangan lupa juga kepada masyarakat untuk tetap mematuhi dan menjalankan Protokol Kesehatan, karena kita tahu sendiri keadaan sekarang ini covid kembali meningkat," tutup Khristian Hermansyah, Kabid Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu. (Hengki)
Khristian Hermansyah Kepala Bidang Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu

Facebook comments