Skip to main content
x
Antisipasi Radikalisme dari Desa Antisipasi Radikalisme dari Desa

Antisipasi Radikalisme dari Desa

Lensabengkulu.com- Porles Lebong mulai berupaya tingkatkan sinergitas antara Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Kepala Desa (Kades). Upaya Peningkatan sinergitas itu dilakukan dengan mengelar apel tiga pilar yang diikuti TNI, Polri dan Pemda Lebong guna mencegah masukanya paham radikalisme dari luar.

Bupati Lebong, Rosjhonsyah mengatakan, daerah Lebong hutan lindung dan Taman Krinci Sebelat (TNKS) masih sangat luas.Oleh karena itu, lanjutnya, tanpa ada keamanan dan persatuan yang kuat kabupaten Lebong dapat menjadi daerah yang rawan radikalisme.

“Kalau ada orang yang disekitar kita mencurigakan, segera laporkan kepada babinsa setempat atau bhabinkamtibmas setempat. Supaya kita cepat mengambil kesimpulan, mengambil pencegahan. Jangan sampai nanti ada kegiatan yang dapat mengancam persatuan dan keamanan,” ujarnya, Selasa (3/7/2018).

Sementara itu, Kapolres Lebong, AKBP Andree Gahma Putra menjelaskan, kabupaten Lebong memiliki luas area wilayah hutan sebilan puluh dua ribu dan berbatasan dengan provinsi jambi dan Palembang, sedangkan provinsi bengkulu berbatasana dengan provinsi Jambi, Lampung, Palembang dan Padang.

Kondisi ini kemungkinan bisa dijadikan tempat berkembangnya paham radikalisme, oleh sebab itu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kepala Desa, dapat menjadi ujung tombak untuk mengontrol adanya indikasi kegiatan paham radikal di kabupaten Lebong.

“Kalau keamanan dan persatuan sampai terganggu maka pembanguan akan terhambat, investor tidak akan mau datang jika didaerah kabupaten lebong ada konflik,” sampainya.

Disisi lain, Komandan Kodim 0409 Rejang Lebong, Letkol Kav Budi Wirawan menyampaikan, perekrutan serta mengembangkan pengaruh paham radikalisme itu dapat dilakukan di berbagai tempat seperti media sosial, propaganda di tempat ibadah, propaganda di lingkungan akademis dan terinspirasi dari napi-napi pelaku teror di lembaga pemasyarakatan

“Yang paling efektif perekrutan dilakukan pada media sosial, hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah menggunakan HP Android, semua bisa ada disana dari yang negatif sampai hal positif,” tandasnya. (Red)

Facebook comments