Skip to main content
x
. Di Balik Sukses Sirnas B Bengkulu, Ada Peran Suharto

Di Balik Sukses Sirnas B Bengkulu, Ada Peran Suharto

Bengkulu  – Gema pertandingan bulu tangkis di Bengkulu tak hanya terdengar dari dalam arena. Kehadiran ratusan atlet beserta ribuan pendamping turut menghidupkan roda perekonomian daerah.

Momentum tersebut terlihat dalam gelaran Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 yang berlangsung pada 17–22 Agustus 2026 di Sportarium Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Turnamen yang digelar Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bengkulu tersebut diikuti 422 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Memasuki hari ketiga, pertandingan berlangsung lancar. Panitia mampu menjaga jadwal pertandingan tetap terkendali. Sejumlah laga bahkan dapat dituntaskan tanpa harus berlangsung hingga larut malam.

Kepala Bidang Turnamen dan Monitoring Evaluasi (Monev) PP PBSI, Wahyana, menilai Bengkulu berhasil menjalankan tugas sebagai tuan rumah.

“Bisa dikatakan Sirkuit Nasional B di Bengkulu cukup berhasil, terutama dari jumlah pendaftar yang termasuk terbanyak,” ujar Wahyana, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kelancaran pertandingan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan. Selain itu, kesiapan arena serta sarana pendukung juga menjadi bagian dari evaluasi PP PBSI.

“Setiap penyelenggaraan pasti kami evaluasi, baik sarana maupun prasarana. Untuk Bengkulu cukup bagus,” katanya.

Peluang Bengkulu Naik Kelas

Kesuksesan Sirnas B membuka peluang baru bagi Bengkulu. Daerah ini berpotensi kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang dengan level lebih tinggi.

Wahyana menyebut rencana penggabungan Sirnas A dan B pada 2027 akan membuat skala turnamen jauh lebih besar. Jumlah kelompok pertandingan diperkirakan bertambah dari tiga menjadi enam.

Konsekuensinya, jumlah atlet juga diperkirakan meningkat signifikan.

“Pesertanya bisa di atas 1.000 atlet. Kalau 1.000 atlet, minimal membutuhkan 10 lapangan. Kalau 1.500 atlet, bisa membutuhkan sekitar 15 lapangan,” jelasnya.

Karena itu, Bengkulu perlu menyiapkan gedung olahraga (GOR) pendamping jika ingin menggelar turnamen dengan skala yang lebih besar.

Atlet Datang, Ekonomi Bergerak

Sirnas B juga membawa dampak lain yang tak kalah penting. Ribuan orang yang datang ke Bengkulu membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Atlet, pelatih, ofisial, orang tua dan pendamping diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang.

Kehadiran mereka ikut memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, rumah makan, transportasi hingga pusat perbelanjaan.

Di sisi lain, turnamen ini menjadi panggung promosi daerah. Para peserta dari berbagai provinsi berkesempatan mengenal Bengkulu, termasuk destinasi wisata dan berbagai potensi daerah yang dimiliki.

Dengan demikian, Sirnas B tidak hanya berbicara tentang siapa yang menjadi juara di lapangan. Di balik pertandingan, terdapat perputaran ekonomi sekaligus promosi daerah yang ikut tumbuh.

PBSI Bengkulu Siap Jadi Tuan Rumah Lagi

Ketua Panitia Pelaksana Sirnas B Bengkulu 2026, Kussujiantho Utomo, mengatakan kepercayaan PP PBSI untuk menjadikan Bengkulu sebagai tuan rumah merupakan peluang penting bagi daerah.

Ia juga menyebut peran Ketua Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto, yang juga menjabat Dewan Pengawas PP PBSI, turut membuka peluang bagi Bengkulu untuk mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah.

“Kami berterima kasih kepada PP PBSI yang telah memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional B,” kata Kussujiantho.

Panitia pun menyatakan siap apabila Bengkulu kembali dipercaya menggelar Sirnas A.

“Ketika diberikan amanah untuk penyelenggaraan Sirkuit Nasional A, Bengkulu siap. GOR pendamping juga sudah disiapkan,” ujarnya.

Namun, peningkatan skala event membutuhkan dukungan yang lebih besar. Karena itu, Kussujiantho berharap pemerintah daerah turut memperkuat fasilitas olahraga di Bengkulu.

“Untuk fasilitas yang lebih lengkap, kita juga membutuhkan support dari Pemda,” pungkasnya.

Jika dukungan tersebut dapat terwujud, Sirnas B 2026 bisa menjadi pijakan bagi Bengkulu untuk naik kelas. Bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai daerah tujuan sport tourism yang mampu mendatangkan atlet, menggerakkan ekonomi, sekaligus memperkenalkan potensi Bengkulu ke tingkat nasional.

Facebook comments