Skip to main content
x
Kota Bengkulu Diberi BOp dan Seragam Batik Gratis, Hanya di Kota Bengkulu Tokoh Masyarakat Dapat Perhatian Khusus

Diberi BOp dan Seragam Batik Gratis, Hanya di Kota Bengkulu Tokoh Masyarakat Dapat Perhatian Khusus

 Lensabengkulu.com - Hanya di Kota Bengkulu, Ketua RT, RW dan Tokoh adat yang diperlakukan khusus dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Rabu (18/11/2020), Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan bukti perhatian khusus kepada Ketua RT, RW dan Tokoh adat di Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut dengan memberikan bantuan operasional (BOp) dan seragam batik gratis.

BOp dan seragam batik gratis diserahkan langsung oleh Plt Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Camat Sungai Serut Purwanto Budi Utomo dan Lurah Pasar Bengkulu. Bahkan Dedy juga memasangkan langsung seragam batik tersebut ke perwakilan RT, RW, Ketua adat yang ditunjuk secara simbolis di kantor Lurah Pasar Bengkulu.

“Ini ada seragam batik gratis untuk Ketua RT, RW dan tokoh adat. Cuma di Kota Bengkulu Ketua RT, RW dan tokoh adat dapat baju batik gratis. Udah dapat baju, ini dapat juga BOp, tambah bahagia pasti. Ini semua komitmen kita (Pemkot Bengkulu) untuk menghadirkan kebahagiaan, salah satunya ia seperti memberikan BOp dan seragam gratis ini,” ujar Dedy.

Seusai memberikan BOp dan seragam batik gratis, Dedy mengatakan bahwa pemberian ini merupakan stimulan perhatian Pemerintah atas kerja dari RT, RW, tokoh adat dan lainnya yang telah mendukung program Pemkot Bengkulu religius dan bahagia.

“Hari ini saya sengaja datang langsung memberikan BOp dan seragam. Ini sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap tokoh masyarakat yang tak kenal lelah membantu untuk menyukseskan program Kota Bengkulu religius dan bahagia dengan berbagai upaya yang telah dilakukan. Jadi saya hadir disini ingin memastikan betul kalau bapak semua bahagia menerima BOp dan seragam ini,” jelas Dedy.

Diakhir sambutan, Dedy kembali mengingatkan para Ketua RT, RW, tokoh adat untuk lebih berperan aktif dalam memperhatikan apa saja yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita harus betul-betul memberikan yang terbaik. Kita harus langsung turun ke lapangan, lihat kiri, kanan tetangga kita, dengarkan aspirasi masyarakat, itu baru namanya hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai ada masyarakat kita yang merasakan kesusahan. Karena kita kota religus dan bahagia, jadi senua masyarakat harus merasakan sentuhan pemerintah agar merasa bahagia,” pungkasnya. 

 

 

mediacenter.bengkulukota

Facebook comments