Skip to main content
x
Pemerintahan Jawab DPR RI, Menteri ESDM Benarkan Rencana Pemerintah Hapus Premium dan Pertalite

Jawab DPR RI, Menteri ESDM Benarkan Rencana Pemerintah Hapus Premium dan Pertalite

Lensabengkulu.com,Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Arifin Tasrif menjawab pertanyaan anggota DPR RI perihal rencana pemerintah menghapus premium dan pertalite dari pasaran.

Jawaban Arifin Tasrif diutarakan setelah sebelumnya ada pertanyaan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri ESDM perihal itu, pada Kamis (25/6/2020).

Karena, sebelumnya PT Pertamina (Persero) berencana untuk menghapus produk BBM yang tidak ramah lingkungan dengan kadar Research Octane Number (RON) di bawah 91.

 Produk BBM itu termasuk Premium dan Pertalite sehingga menuai beragam pertanyaan dari banyak pihak.

"Pertamina akan menghapus menghilangkan Premium atau Pertalite untuk masyarakat. Saya pikir ini juga hal yang mengejutkan buat masyarakat," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta.

Sartono mempertanyakan apakah rencana tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah atau Pertamina untuk menghapus subsidi BBM.

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif tidak mengelak.

Pemerintah dikatakan akan mengurangi produksi premium dan pertalite.

Sebab, menurut dia, rencana tersebut sejalan dengan kesepakatan pemerintah untuk mengurangi emisi gas karbon, dengan memaksimalkan produksi energi ramah lingkungan.


Kesepakatan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan RON.


Kita memliki komitmen mengurangi emisi karbon dalam jangka panjang. Kita melihat Premium, kita ini satu dari enam negara yang masih menggunakan Premium," ujarnya.

Oleh karena itu, Arifin membenarkan bahwa pemerintah akan lebih fokus untuk memproduksi BBM yang lebih ramah ke depannya.

"Ke depannya akan ada penggunaan energi lebih bersih, dampaknya mengurangi beban lingkungan," katanya.

 Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan melakukan penyederhanaan jenis BBM dengan mengacu pada regulasi pemerintah dan kesepakatan dunia tentang lingkungan.

Perjanjian tersebut menyatakan, semua negara harus berupaya menjaga ambang batas emisi karbon dan polusi udara dengan standar BBM minimal RON 91 dan CN minimal 51.

“Jadi sesuai ketentuan itu, Pertamina akan memprioritaskan produk-produk yang ramah lingkungan”.

“Apalagi tentu juga kita telah merasakan di masa PSBB langit lebih biru dan udara lebih baik”.


 Untuk itu, kita akan teruskan program yang mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan mendorong produk yang lebih bagus,” tuturnya, Senin (15/6/2020) lalu.

Selain itu, terkait penyederhanaan produk tersebut, Nicke menyebutkan, Pertamina sedang berkoordinasi dengan pemerintah.

“Kita akan simplikasi produk, karena jumlah produk ini nanti akan memudahkan distribusi dan dengan harga yang lebih affordable,” ucapnya. (*)

 

Sumber : kompas.com

Facebook comments