Skip to main content
x
Plt Dinas Kelautan dan Perikanan Ivan Syamsurizal Plt Dinas Kelautan dan Perikanan Ivan Syamsurizal

Nelayan Moderen Setuju Tidak Menggunakan Alat Penangkapan Terlarang atu Trawl

Lensabengkulu.com - Para nelayan Trawl yang sempat protes ke Plt gubernur terkait melanggar kesepakatan atau janji yang sempat dibuat, bahwa boleh pakai Trwal di zona 4 mil dan akhirnya telah menyetujui bahwa tidak akan menggunakan alat tersebut. disampaikan  saat menghadiri rapat koordinasi antara nelayan danlanal dan juga Dinas Kelautan dan Perikanan di Aula Markas Lanal, Jum'at (23/2/2018).

 

Salah satu nelayan Trawl Hatta Sabli Simatupang mengatakan, bahwa para nelayan akan mengikuti aturan yang ada dan tidak akan memakai Trowl.

 

"semua yang telah ditentukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu melarang dari pada menggunakan trawl,  Kami nelayan trawl telah menuruti dan mematuhi aturan itu," jelasnya dengan suara keras.

 

Dia juga akan mengajukan kepada pemerintah daerah agar nantinya diberikan alat yang ramah lingkungan, Dan akan diadakan pendataan ulang kepada kapal-kapal yang menggunakan trawl.

 

Semua itu dibenarkan oleh Plt Dinas Kelautan dan Perikanan Ivan Syamsurizal setelah mengadakan diskusi tertutup dengan nelayan dan Lanal, bahwa memang benar apa yang telah disampaikan oleh nelayan tersebut.

 

"Nelayan trawl setuju untuk mengganti alat tangkapnya," Jelas Plt Dinas Kelautan dan Perikanan Ivan Syamsurizal.

 

Dikatakan para nelayan akan berhenti menggunakan alat tersebut, jika pemerintah Provinsi ataupun Pusan berkomitmen untuk memberikan bantuan alternatif.

 

 "Pemerintah Provinsi akan secepatnya saya akan membuat surat permohonan kepada gubernur. kalau saya inginnya tidak melalui APBDP jika bisa dilakukan pergeseran anggaran," tambahnya.

 

Alat alternatif yang akan digunakan untuk mengganti Trawl tersebut seperti Junet, Kussen dan  pancing tonda serta rawai. Nantinya semua alat tersebut akan diminta kecocokannya kepada para nelayan.

 

"dari alat alternatif yang ada, nanti kita praktekan dilapangan. Dan nanti akan kelihatan minusnya disana, "Pungkasnya

 

Sebelum diadakannya diskusi tertutup, rapat tersebut terjadi keributan antara para nalayan dengan pihak terkait, Sehingga Dinas Kelautan dan Perikanan mengajak para kepala nelayan trawl untuk berdiskusi secara tertutup

(Fice)

Facebook comments