Akibat Kekesalan Terhadap Istrinya, Balita 3 Bulan Menjadi Korban
Lensabengkulu.com - Balita 3 bulan jenis kelamin perempuan meninggal ditangan ayah kandungnya sendiri HS (26), motif meninggalnya balita yang masih berumur 3 bulan tersebut karena kekesalan saudara HS kepada Sri Maria yang merupakan istrinya.
Warga Desa Meok Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara yang tega menganiaya bayi kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. Penganiayaan itu dilakukan empat hari sebelum bayi itu meninggal dunia di rumah sakit pada Jumat (24/8/2018) lalu.
Bayi tersebut dianiaya dengan di cubit, ditampar dan di hempaskan ke lantai oleh HS ayah kandungnya. Setelah diselidiki lebih lanjut alasan Hs melakukan penganiayaan kepada anak kandungnya adalah karena sang istri mengidap Hiperseks berlebihan sehingga anaknya yang menjadi korban.
Pelaku mengungkapkan bahwa mereka menikah setelah dihukum adat karena melakukan tindakan asusila. Akhirnya, mau tidak mau mereka harus menikah, setela menikah rumah tangga mereka berjalan seperti biasa, tapi HS merasa ada kelainan dari istrinya, yang ingin berhubungan seks berlebihan.
HS mengaku sempat kewalahan melayani keinginan istrinya untuk berhubungan badan karena dianggapnya sudah tidak wajar. Jika sang suami tidak melayani istrinya berhubungan badan, HS akan ditampar bahkan dipukul oleh istrinya sendiri, untuk menghindari keributan HS pagi-pagi sudah bergegas berangkat bekerja.
Saat pulang kerja Hs melihat anaknya menangis dan dibiarkan saja dengan sang istrinya, biarkan saja dia menangis kita berhubungan badan saja ucap HS dalam BAP penyidik.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Arieffaldi Warganegara melalui kapolsek Enggano , Iptu Andi Sulaiman, kepada awak media Selasa (28/8/18), membenarkan kronologis perbuatan yang dilakukan HS terhadap HA 3 bulan anak kandungnya.
Jelas Andi sekedar mengingatkan, kasus meninggalnya HA balita 3 bulan berjenis kelamin perempuan tersebut buah perkawinan HS dan Sri Maria warga Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara terkuak pada tanggal (24/8/18) yang lalu.
Diketahui ada dugaan unsur kriminallitas setelah korban dibawa kerumah sakit di kecamatan setempat, pihak medis menemukan leban dibeberapa tubuh korban, ayah kandung korban sudah mendekam dibalik jeruji Besi di Mapolres Bengkulu Utara untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Untuk rekontruksi melengkapi berkas perkara, reka ulang akan dilaksanakan di Kecamatan Arga Makmur.[Vn]
Pelaku Sudah di Amankan

Facebook comments