Skip to main content
x
. Polresta Bengkulu Datangi TKP Penemuan Mayat Seorang Pria

Polresta Bengkulu Datangi TKP Penemuan Mayat Seorang Pria

Kota Bengkulu – Warga penghuni rumah kos di Jalan Bougenville, Kelurahan Kebun Beler, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam selokan pada Selasa (21/04) pagi.

Korban diketahui bernama Zeki Aguspio (25), seorang pemuda asal Dusun 01 Pasar Tebat, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara. Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh salah seorang penghuni kos yang saat itu tengah beraktivitas di area dapur.

Saksi yang menemukan korban mengaku terkejut saat melihat tubuh korban sudah terbujur kaku di selokan belakang kos dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Merespons laporan warga, tim gabungan dari Polresta Bengkulu dan Polsek Ratu Agung langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekitar pukul 08.20 WIB, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif, dalam keterangannya menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil identifikasi awal di TKP, kami tidak menemukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dugaan tersebut diperkuat dengan adanya luka bakar pada bagian tangan korban serta barang bukti berupa kabel listrik yang masih tergenggam.

“Kami menemukan adanya luka bakar di tangan kanan korban, serta kabel panjang yang ujungnya terhubung dengan stopkontak masih berada dalam genggaman korban saat ditemukan,” tambah Kompol Sujud Alif.

Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, meskipun indikasi awal mengarah pada kecelakaan akibat listrik.

“Kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa ini, meskipun dari hasil awal mengarah pada musibah,” tegasnya.

Sementara itu, Fiki, kakak kandung korban, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengaku mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar dari rekan satu kos korban.

“Saya dapat kabar dari penghuni kos yang menelepon ke desa. Setelah menerima telepon itu, saya langsung menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya dengan raut duka.

Reaksi warga sekitar pun dipenuhi rasa kaget dan duka atas kejadian tersebut. Beberapa penghuni kos mengaku tidak menyangka korban meninggal secara mendadak, mengingat sehari sebelumnya korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa.

“Kami semua kaget, semalam masih sempat melihat korban, tidak ada tanda-tanda apa pun. Tiba-tiba pagi ini sudah ditemukan seperti itu,” ungkap salah seorang warga sekitar.

Warga lainnya juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengimbau agar lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal.

Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Zeki dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban telah divisum oleh pihak rumah sakit, namun keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Rencananya, jenazah korban akan segera dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bengkulu Utara untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Facebook comments