Skip to main content
x
Wisata Lemang Tapai yang dijual Asmaro

Yuk Cicip Lemang Tapai Khas Bengkulu di Sepanjang Jalan ini

Lensabengkulu.com - Lemang Tapai merupakan salah satu makanan tradisional khas Bengkulu. Meskipun makanan jenis ini tidak sebooming Lempuk Durian, Pendap dan kue Tat, namun makanan ini masih disukai oleh para penggemarnya sampai saat ini.

Terbukti, Lemang Tapai sudah bertahun-tahun masih bisa ditemui di kawasan sepanjang Jalan Sungai Rupat Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Jika anda melalui jalan itu, maka anda akan melihat deretan penjual lemang dipinggir jalan baik di kanan atau dikiri jalan.

Lemang sangat di kenal dikalangan masyarakat Suku Serawai yang ada di Bengkulu, yang menjadi syarat dalam proses tunangan atau “ngantat lemang”, biasanya jumlah yang di butuhkan lebih kurang sebanyak 20 batang lemang.

Diceritakan Asmaro (62), perempuan yang setiap hari berjualan Lemang Tapai di kawasan itu, dirinya sudah setahun lalu berjualan. Setiap harinya, jumlah Lemang Tapai yang laku bervariasi.

"Kadang sehari laku 1 batang, paling banyak laku 23 batang," kata Asmaro saat ditemui Bengkulutoday.com di lokasi jualannya, Kamis (5/2/2021).

Selain berjualan Lemang Tapai, Asmaro juga menjual makanan lainnya seperti Kue Cucur dan kerupuk.

Untuk diketahui, Lemang Tapai dibuat dari bahan dasar beras ketan dan santan. Yang unik dari lemang ini adalah cara memasaknya yaitu, dengan di panggang menggunakan seruas bambu muda dengan panjang 50 cm, dan di lapisi daun pisang.

"Awalnya saya hanya berjualan manis-manisan seperti kue cucur dan kerupuk yang di masak tanpa menggunakan minyak, namun saya mencoba menjual makanan khas Bengkulu ini al-hasil penjualanya lumayan laris,” ujarnya.

Lemang ini hanya tahan 2 hari, untuk harga tidak terlalu merogoh kocek yang besar cukup satu batang Rp.8.000,- tiga batang Rp.20.000. Asmaro ini hanya berani masak 8-10 batang per-hari karena ditakutkan basi akibat lambat laku, kecuali ada pesanan dari pembeli.

Facebook comments