Skip to main content
x
. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H.,

Lewat Program Polsanak, Ditlantas Polda Bengkulu Kenalkan Rambu Lalu Lintas kepada Anak-anak

 

BENGKULU – Menanamkan disiplin dan kesadaran tertib berlalulintas tak harus menunggu seseorang beranjak dewasa. Prinsip inilah yang terus dipegang Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu dalam membangun budaya keselamatan di jalan raya sejak usia dini melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).

Program edukatif ini dirancang sebagai sarana efektif untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, sekaligus menanamkan pemahaman mendasar terkait aturan dan keselamatan berkendara sejak anak-anak duduk di bangku sekolah.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk komitmen dan implementasi nyata dari arahan Kapolri untuk membumikan sosok Polri di tengah-tengah warga.

“Setiap minggu kita melaksanakan arahan Kapolri, yakni polisi bersama masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat kita sentuh, mulai dari anak-anak TK, pelajar SMA, hingga masyarakat umum,” ujar Hasan saat ditemui, Selasa (20/10/2026).

Sebagai wujud konkret program Polsanak, Ditlantas Polda Bengkulu secara rutin membuka pintu markas mereka untuk menerima kunjungan dari anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). 

Dalam sepekan, kegiatan ini digelar secara konsisten sebanyak dua kali.
Selama kunjungan berlangsung, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis rambu lalu lintas, pemahaman dasar keselamatan di jalan raya, hingga etika berkendara yang aman. Seluruh materi dikemas melalui pendekatan interaktif dan ramah anak agar pesan keselamatan dapat terserap dengan mudah.

“Setiap minggu dua kali kita undang anak-anak berkunjung ke Ditlantas Polda Bengkulu untuk mengenalkan rambu-rambu lalu lintas,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pembentukan karakter tertib berlalulintas sejak kecil sangat krusial. Hal ini bertujuan agar generasi muda terbiasa menghargai keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat berada di jalan raya.

Lebih dari sekadar sosialisasi aturan, pendekatan humanis ini juga ditujukan untuk mengubah persepsi publik terhadap figur kepolisian. Sosok polisi diharapkan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai penegak hukum yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat mengayomi yang siap mengedukasi masyarakat.

Jangkauan edukasi Ditlantas Polda Bengkulu tidak berhenti di lingkungan sekolah. Untuk mengedukasi kelompok usia dewasa, jajaran lalu lintas menerapkan metode "jemput bola" dengan terjun langsung ke tengah pemukiman dan pusat aktivitas warga.

Petugas mendatangi lokasi-lokasi strategis untuk memberikan sosialisasi keselamatan berkendara sekaligus membuka ruang dialog interaktif terkait isu-isu lalu lintas yang kerap dihadapi pengendara sehari-hari.

“Kalau untuk masyarakat umum, kita langsung datang ke lokasi untuk memberikan sosialisasi dan diskusi,” pungkas Hasan.

Facebook comments