Skip to main content
x
Hukum Tersangka BR

Miliaran Anggaran Rutin Polres Lebong untuk Main Judi Online Oknum Polisi

Lensabengkulu.com - Kepala Kejaksaan Negeri Lebong Arif Indra mengungkapkan, uang hasil korupsi anggaran rutin di Polres Lebong digunakan oleh oknum polisi  Bripka BR, untuk judi online. Hal itu terungkap dari keterangan tersangka BR dalam berita acara pemeriksaan (BAP). 

Dalam kasus korupsi itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu menetapkan BR yang merupakan bendahara Polres Lebong sebagai tersangka setelah ditemukan kerugian negara sebesar Rp 3,55 miliar. Kemudian pada pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu, BR ditahan oleh JPU Kejaksaan Negeri Lebong selama 20 hari kedepan di sel tahanan Polda Bengkulu, terhitung sejak Kamis (27/5/2021). Adapun pelimpahan tahap II dilakukan setelah dilakukan penelitian dan berkas dianggap lengkap untuk kemudian diserahterimakan ke Kejaksaan Negeri Lebong sebab perkara berada diwilayah hukum Lebong. 

Sementara itu, kerugian negara sebesar Rp 3,55 miliar diperoleh dari pencairan anggaran rutin Polres Lebong Januari 2020-Juli 2020 yang dilakukan oleh tersangka dengan modus memalsukan sejumlah dokumen.

Disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Aspidsus Kejati Bengkulu Henri Hanafi, dalam perkara itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu menyerahkan uang Rp 573 juta kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu sebagai barang bukti. Uang tersebut karena merupakan anggaran rutin Polres Lebong kemudian digunakan oleh Polres Lebong untuk operasional. Sementara barang bukti yang diserahkan ke JPU Kejari Lebong senilai Rp 137 juta.

Tersangka dijerat pasal 8 dan atau pasal 9 Undang-Undang Tipikor Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor dan Pasal 2 ayat 1 huruf a Junto pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukum maksimal 20 tahun penjara. 

Facebook comments