Harga Sawit Tak Kunjung Naik, Pemerintah Dinilai Kurang Tegas
Lensabengkulu.com - Melemahnya nilai tukar rupiah dan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus melambung naik, turut berimbas pada tidak stabilnya perekonomian. Terutama dibidang pertanian, semua hasil pertanian yang diekspor menjadi permasalahan yang paling rentan.
Menanggapi hal itu, anggota komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Sujono. Mengingatkan, supaya pemerintah harus saling bersinergi untuk membuat perekonomian stabil dan tidak menyulitkan masyarakat.
" Saya berharap pemerintah pusat maupun Pemprov Bengkulu saling bersinergilah, apalagi terkait harga sawit dan karet karena itu dampaknya sangat besar bagi masyarakat di Bengkulu.
" Kalau tidak salah beberapa waktu lalu pemerintah pernah memanggil seluruh perusahaan sawit yang ada di Bengkulu, serta menetapkan harga minimal sawit itu Rp 1.200. Tapi buktinya sampai sekarang itu juga nggak dipatuhi," paparnya.
Sujono berharap agar pemerintah kedepan bisa lebih tegas, apalagi untuk kepentingan rakyat.
" Saya berharap pemerintah supaya lebih tegas, jika perlu beri sanksi perusahaan-perusahaan yang tidak taat pada aturan," jelasnya. [3]
Petani Sawit Mengalami Kerugian Yang Berlanjut

Facebook comments