Skip to main content
x
. Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda

Hari Perhubungan Nasional 2026, BPTD Bengkulu Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas Sejak Dini

BENGKULU — Kesadaran keselamatan berlalu lintas perlu dibangun sejak usia dini. Pembiasaan tersebut dinilai penting agar perilaku tertib dan peduli keselamatan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari hingga seseorang beranjak dewasa.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas III Bengkulu menggelar program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) di Terminal Tipe A Air Sebakul, Kota Bengkulu, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar peserta mulai dari anak usia dini hingga remaja dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri serta mengenali berbagai potensi risiko ketika berada di jalan raya.

Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, mengatakan edukasi keselamatan lalu lintas harus dilakukan secara konsisten dan tidak perlu menunggu seseorang menjadi pengendara kendaraan bermotor.

“Kita selalu mengkampanyekan keselamatan. Keselamatan itu harus dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu kita mulai dari anak usia dini, kita edukasi mereka bagaimana mereka menjaga diri dan peka terhadap keselamatan,” ujar Dinda.

Dalam pelaksanaannya, program SALUD dikemas melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan usia peserta. Salah satunya berupa lomba pengenalan berbagai aspek lalu lintas yang melibatkan pelajar tingkat SMP.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai keselamatan di jalan, keterampilan berkendara, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya yang berkaitan dengan pembentukan budaya tertib berlalu lintas.

Menurut Dinda, pembiasaan sejak kecil memiliki peran penting dalam membentuk perilaku seseorang ketika berada di jalan. Anak-anak yang sejak dini memahami aturan dan potensi risiko lalu lintas diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih disiplin serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan.

“Harapannya, apa yang mereka dapatkan sekarang bisa menjadi kebiasaan ketika mereka tumbuh dewasa. Jadi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas bukan hanya karena ada aturan, tetapi sudah menjadi kesadaran dari diri sendiri,” jelasnya.

Rangkaian edukasi keselamatan lalu lintas tersebut sebelumnya juga diawali dengan kegiatan Pra SALUD. Dalam kegiatan itu, BPTD memberikan ruang kepada konten kreator untuk turut menyebarluaskan pesan keselamatan lalu lintas kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Keterlibatan konten kreator dinilai dapat membantu menyampaikan pesan keselamatan melalui media dan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.

Selain kampanye dan penyuluhan, rangkaian SALUD juga menghadirkan materi mengenai keterampilan berkendara serta pemahaman terhadap berbagai potensi bahaya yang dapat terjadi di jalan.

Dinda berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan. Para peserta juga diharapkan dapat meneruskan pesan keselamatan kepada teman, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Jadi mereka bukan hanya tahu tentang keselamatan, tetapi juga bisa ikut mengingatkan orang lain. Keselamatan lalu lintas ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Melalui program SALUD dalam rangkaian peringatan Harhubnas 2026, BPTD Kelas III Bengkulu menegaskan pentingnya membangun budaya keselamatan lalu lintas sejak lingkungan pendidikan dan keluarga.

Edukasi sejak usia dini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang lebih tertib, disiplin, peduli, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan di jalan.

Facebook comments