UNIB Kembangkan “Aku dan Makananku”, Cara Seru Bangun Literasi Pangan Anak
BENGKULU – Makanan bergizi bukan sekadar tentang apa yang dikonsumsi anak, tetapi juga bagaimana anak mengenal, memahami, dan membangun kebiasaan makan yang baik sejak usia dini.
Melihat pentingnya hal tersebut, Universitas Bengkulu (UNIB) mengembangkan model pembelajaran “Aku dan Makananku” sebagai cara menyenangkan untuk mengenalkan literasi pangan dan kebiasaan makan secara sadar (mindful eating) kepada anak usia dini.
Model pembelajaran tersebut dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Langit Biru, Kota Bengkulu, dengan melibatkan anak dan pendidik. Program ini dirancang sebagai pendamping edukatif bagi anak penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Tim PkM UNIB diketuai Melia Eka Daryati, S.Pd., M.Pd., bersama Prof. Riyanto, M.Pd., dan dr. Rizkianti Anggraini, M.K.K.
Dalam penerapannya, anak diajak belajar melalui aktivitas bermain, bercerita, serta pengalaman langsung saat makan. Anak dikenalkan pada berbagai karakteristik makanan, mulai dari warna, aroma, rasa, bentuk, dan tekstur hingga manfaat makanan bagi tubuh.
Anak juga diajak membangun kebiasaan makan secara sadar, seperti memperhatikan makanan yang dikonsumsi, makan secara perlahan, serta mengenali tanda-tanda lapar dan kenyang.
“Waktu makan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Mereka tidak hanya makan, tetapi juga belajar mengenal makanan dan memahami manfaatnya bagi tubuh,” ujar Melia.
Model “Aku dan Makananku” juga mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak, di antaranya kemampuan bahasa, kognitif, sosial-emosional, kemandirian, serta pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Kepala TK Langit Biru, Zulika, S.Pd., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan makan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak.
Melalui inovasi tersebut, UNIB mendorong agar anak tidak hanya menjadi penerima makanan bergizi, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang mampu mengenal makanannya, memahami manfaatnya bagi tubuh, serta membangun hubungan positif dengan aktivitas makan sejak usia dini.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, sehingga kebiasaan hidup sehat tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi dialami secara langsung dalam keseharian.
UNIB Kembangkan “Aku dan Makananku”

Facebook comments