Skip to main content
x
bengkulu membangun bengkulu membangun

Pemprov Dan DPRD Provinsi Bengkulu Sepakat Kembangkan Kopi Bengkulu Go Internasional

 

Lensabengkulu.com Salah satu komoditas unggulan Bumi Rafflesia yakni Kopi Bengkulu terus didorong untuk pengembangan serta pemasarannya. Dalam hal ini berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempopulerkan kopi Bengkulu hingga tingkat nasional maupun internasional.

Produksi kopi Bengkulu saat ini mencapai angka 60-70 Ribu Ton per Tahun dan merupakan ke 3 Nasional dalam hal produksi kopi. Nantinya, kopi Bengkulu akan dijadikan sebagai komoditas ekspor utama.

b

Semangat mempromosikan dipertegas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dengan melauncing Bencoolen Rider pada tahun lalu. Dengan bertajuk ‘Coffee Rider’, Rohidin Mersyah mempromosikan produk kopi dengan pemasaran dan racikan modern tanpa menyampingkan kualitas tradisional yang tersaji.

Sedikitnya ada tujuh tujuh brand produk khusus kopi premium asal Bengkulu yang nantinya akan didistribusikan secara massal, disusul produk olahan kopi lain dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Dalam pengolahan skala besar pemerintah Provinsi Bengkulu juga sudah meresmikan pabrik kopi milik PT Citra Kopi Bengkulu yang berada di Bengkulu Tengah. Pabrik ini mampu mengolah dengan kapasitas 10 ton per jam. Berdirinya pabrik pengolahan kopi itu, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani bahkan menaikkan neraca ekspor.

Wakil ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon , S.Sos sangat mengapresiasi gubernur Bengkulu dalam mengembangkan prodok unggulan Bengkulu.

e

“ini harus kita apresiasi, ya artinya provinsi Bengkulu semakin diminati investor salah satunya kopi, kopi dibengkulu adalah salah satu komoditi yang kedepan bisa membawa cirri khas Bengkulu” ungkapnya.

Untuk saat ini, investasi padat karya masih bisa dihitung dengan jari. Tapi untuk investasi perdagangan, perkebunan, perhotelan dan telekomunikasi mulai ramai berdatangan.

Disampaikan Edison, dirinya ingin investasi terus meningkat. Untuk itu, pemerintah harus memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan uangnya di Bengkulu.

“Kita harus berikan kemudahan, tapi tetap pada koridor yang tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tentu Provinsi Bengkulu jangan sampai menjadi penonton di daerah sendiri. Makanya, tariklah investasi perkebunan seperti Plasma yang mungkin saja masyarakat membutuhkan pekerjaan di sana. (Adv/fice)

Facebook comments