PMII Bengkulu Demo, Tuntut KPK Tidak Jadi Alat Politik
Lensabengkulu.com - Aksi massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meluas ke Bengkulu. Ratusan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu, yang merupakan gabungan dari pengurus rayon, komisariat, pengurus cabang dan pengurus koordinator cabang menggelar aksi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (23/9/2019).
Aksi yang merupakan bentuk protes terhadap isu 'Taliban' di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sempat ricuh karena mahasiswa menunggu terlalu lama anggota dewan untuk menemui mereka. Selain mengangkat isu 'Taliban', PMII juga menuntut agar KPK tidak menjadi alat politik.
Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas kepolisian yang mengamankan jalannya aksi. Akibat saling dorong, baju salah satu aktivis PMII mengalami robek.
Aksi juga diwarnai dengan bakar ban yang merupakan simbol matinya KPK. Dalam orasinya, massa menuntut pimpinan KPK saat ini untuk diberhentikan.
- Meminta KPK untuk tidak menjadi alat politik dan bermain politik dalam pemberantasan korupsi.
- Mendesak segera diberhentikan Pimpinan KPK periode 2014-2019 dan segera lantik Pimpinan KPK periode 2019-2024.
- Mendukung dan siap mengawal revisi UU KPK yang baru.
- Sterilkan KPK dari oknum-oknum yang tidak mengatasnamakan keadilan.
Pernyataan sikap PMII itu dibacakan dan diserahkan kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Usin Abdisyah, Jonaidi dan beberapa anggota dewan yang menemui massa PMII menerima aspirasi mereka dengan baik.
"Meski bakar-bakaran ban, tapi hati mereka tidak terbakar emosi. Sebagai lembaga negara penyerap Aspirasi tuntutan aksi mahasiswa kita pastikan untuk disalurkan ke DPR-RI dan lembaga terkait," kata Usin usai menerima massa PMII.
Demo PMII di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu

Facebook comments